PKS Indonesia
PKS Unik
Qiyadah
Parenting
Pemuda
Agenda
Suara Kader
Video
Suara Kader
DPC PKS CIRACAS -
Berapa banyak Murobbi membina dengan penuh keikhlasan
Tapi Mutarobbi datangnya
malas-malasan
Halaqah kondusif?
Bukan urusan!
Berapa banyak Mutarobbi datang, berharap menambah ilmu dan keimanan
Namun apa daya, metode pengajaran murobbi :
atasan dan bawahan
perintah dan laksanakan
Halaqah efektif?
Bukan urusan !
Berapa banyak kelompok liqo bertebaran
Tapi rasanya, tak lebih dari sekedar prestise dan gugurkan kewajiban
Halaqah produktif?
Maaf saja...itu bukan urusan
Kalo begini terus
bukan ane, juga bukan antum yang akan jadi generasi harapan
Allah akan menggantikan, generasi baru yang pandai rapatkan barisan
By Indra Risnawan
DPC PKS CIRACAS - 1. Pernah denger tentang Mukhoyam, apa itu ? | latihan wajib dasar kepemimpinan kader PKS, melatih diri utk #TanggapBencana
2.
Melatih diri menjadi salah satu materi dakwah,
krn salah satu bentuk dakwah adalah Membantu Umat yg kena Musibah. #TanggapBencana
3.
Bagaiamana kita bisa membantu tangani musibah
jika fisik lemah dan tdk pernah latihan, di PKS ada latihan mukhoyam #TanggapBencana
4.
Menjadi terdepan membantu
masyarakat yg terkena musibah adalah kewajiban bersama. berlomba2 dlm kebaikan.
#TanggapBencana
5.
Salah satu kegiatan latihan #TanggapBencana PKS saat
ini berlangsung di bumi perkemahan Cibubur. fisik, disiplin dan kekompakkan
6.
Bencana yg sering terjadi
di Indonesia adalah banjir, para kader PKS #TanggapBencana latihan di air.
8.
Terjun didaerah banjir,
tetap gunakan standart prosedur kaos relawan dan pelampung. #TanggapBencana
9. Selain Air, PKS juga
diajarkan bagaimana melawan api, kerjasama dengan tim Pemadam. #TanggapBencana
10. Api bukan musuh, namun bisa
jadi teman di posko2 sederhana. kita juga diajarkan #TanggapBencana dgn bentuk posko
11. Wajib kader ikut
latihan #TanggapBencana bernama mukhoyam.
asik bro...cungguh :) foto @ferryardian
12. Bukan hanya fisik, latihan #TanggapBencana PKS juga full
ruhiah, 1 Juz, hafalan, Qiamulail. foto @ferryardian
13. Bencana lain bernama
longsor, Mukhoyam dipersiapkan untuk #TanggapBencana ini. berani lawan
lumpur seharian.
16. Ada yg
tanya, kenapa PKS mesti pakai seragam coklat?. Itu standart evakuasi agar mudah
bedakan relawan dan korban. #TanggapBencana
19. Latihan berbaris kita
berkerjasama dengan sub pelatihan TNI/Polri, dan kadang2 dari Paskibraka. #TanggapBencana
Penulis : @baypriyo
DPC PKS CIRACAS - Melihat anak menjadi pintar dengan nilai prestasi tinggi merupakan hal yang mengembirakan bagi kebanyakan orangtua. Para orangtua yang menginginkan hal tersebut berlomba memasukan anak mereka ketempat les usai pulang sekolah sejak usia dini. Bagus, tapi coba kita perhatikan pesan singkat pakar pendidikan islam,imam Alghazali betikut ini.
Al Ghazali mengatakan, “Usai keluar dari sekolah, anak hendaknya diizinkan untuk bermain dengan mainan yang sesuai pada usianya untuk merehatkan diri dari kelelahan belajar di sekolah. Sebab, melarang anak bermain dan hanya disuruh belajar terus, akan menjenuhkan pikirannya,memadamkan kecerdasannya, dan membuat masa kecilnya kurang bahagia. Anak yang tidak boleh bermain pada akhirnya akan berontak dari tekanan itu dengan berbagai macam cara"
Yang setuju dengan pesan singkat ini silakan klik jempol dan share.
Penulis : Firman Fajar
DPC PKS CIRACAS - Tadi malam akhirnya saya berkesempatan
menonton film Guru Bangsa Tjokroaminoto
bersama istri dan beberapa konco. Sejak karya besutan Garin Nugroho ini ramai
digunjingkan, saya memang mengazzamkan diri untuk menyaksikannya. Bukan untuk
mengkritisinya, karena sehebat apapun manusia pasti hasil buatannya tak
sempurna, meski itu Garin sekalipun, sutradara bercita rasa Piala Citra. Saya
justru penasaran dengan kabar soal kentalnya warna Islam, sesuatu yang
mengejutkan mengingat berita seliweran di dunia maya soal Garin yang katanya
berideologi liberal. Dan saya mendapatkan jawabannya dari komentar istri yang
duduk di sebelah saya ketika film baru tayang kurang dari seperempat durasi.
“Apanya yang beda?” saya balik bertanya.
“Enggak seperti yang kita pelajari saat
sekolah. Waktu kita SD, SMP terus SMA kayaknya Sarikat Islam (SI) itu identik
dengan komunis. Tjokroaminoto itu orang kiri,” ujar istri sambil matanya terus
menatap layar besar dihadapannya yang menampilkan adegan Tjokro berkali-kali
mengucap kata hijrah.
Istri saya benar. Dan saya begitu yakin ada
jutaan orang yang memiliki pemahaman sejarah seperti istri saya. Bahwa Sarikat
Islam cikal bakal komunis. Bahwa SI hanya melahirkan tokoh-tokoh kiri semacam
Muso dan Semaoen. Bahwa Tjokro adalah bapak pendukung sosialisme dan komunisme
di Tanah Air.
Ya, penulisan sejarah Tjokroaminoto dengan SI
nya memang berkutat seputar sosialisme dan komunisme. Jika kita mau rajin
membuka buku-buku sejarah, sangat mudah menemukan tulisan yang mengaitkan
Tjokro dengan kedua isme di atas. Atau cobalah cari di google, maka kata
sosialisme selalu ada di setiap pencarian tentang sosok Tjokro.
Misalkan tulisan Sastrawan dan filsuf yang kerap
menulis tentang Islam dan pluralisme yakni Abdul Hadi W. M. Di situs www.serbasejarah.wordpress.com,
dalam artikelnya yang berjudul Islam, Sosialisme dan Persoalan Marxiisme di
Indonesia, ia tanpa ragu menulis bahwa sosialisme religius telah dianjurkan
sejak awal abad ke-20 oleh tokoh-tokoh seperti Tjokroaminoto pada tahun 1905
(bukunya Islam dan Sosialisme). Kata Hadi, Tjokroaminoto memandang sistem kapitalisme
yang dibawa oleh pemerintah Hindia Belanda di Indonesia merupakan bentuk dari
“Kapitalisme Murtad”, sekali pun sistem ini menurut Max Weber lahir dari buaian
agama Protestan, yaitu madzab Calvinis.
“Kirinya” Tjokro tak tergambar di filmnya.
Kita justru menemukan sebuah narasi baru yang sama sekali tak muncul di
teks-teks sejarah. Narasi yang selama ini seperti disembunyikan. Narasi itu
adalah hijrah dan iqro. Khusus kata hijrah, berkali-kali muncul dalam film: di
awal, pertengahan hingga akhir.
“Hijrah...kemana engkau akan membawaku?” Tanya
Tjokro (Reza Rahadian) di adegan pembuka.
“Kalau hijrah satu-satunya jalan, maka aku
akan hijrah,” ucap Tjokro kepada istrinya Soeharsikin (Putri Ayunda).
Berkali-kali Tjokro memang berhijrah untuk
menuntaskan kegelisahannya melihat penindasan penjajah Belanda kepada
pribumi.Setelah menjadi pegawai perkebunan, ia pindah ke Semarang untuk
menemukan makna hijrah seperti apa yang akan
diwujudkan bangsa ini. Lalu ia pindah lagi ke Surabaya dan bekerja pada surat
kabar. Sementara istrinya membuat batik sekaligus mengurusi rumahnya yang
dijadikan kos-kosan. Rumah Paneleh, nama kos-kosan tersebut, dihuni oleh
pemuda-pemuda yang kelak menjadi tokoh-tokoh berpengaruh seperti Agus Salim
(Ibnu Jamil), Semaoen (Tanta Ginting), dan Soekarno (Deva Mahenra). Di sinilah
Tjokro mendirikan Sarekat Islam dan menjadikannya sebuah organisasi besar.
Kentalnya nilai Islam kian terasa saat tembang
Lir Ilir dinyanyikan. Menariknya,
running text yang ditampilkan berisikan makna dari syair lagu tersebut. Nuansa
pergerakan Islamnya makin menguat.
Lir ilir, lir ilir. Tandure wis sumilir
Bangun, bangunlah (dari keterpurukan). Saatnya telah tiba
Tak ijo royo-royo tak sengguh kemanten anyar
Panji Islam mulai berkembang, menarik hati semua orang
Cah angon, cah angon penekno blimbing kuwi
Wahai para pemuda, amalkan Islam dengan benar
Lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodo iro
Meski berat perjuangan, tetaplah terus berbuat (amal), untuk menyucikan jiwamu
Dodotiro, dodotiro kumitir bedahing pinggir
Saat pakaian (akhlakmu) terkoyak
Domdomona jlumatono kanggo sebo mengko sore
Perbaikilah, sempurnakanlah (Islammu), demi masa depan (akhirat)
Mumpung gede rembulane, mumpung jembar kalangane
Senyampang usiamu masih muda, selagi masih ada kesempatan
Yo sorak ooooo, sorak hiyooo
Hingga kita temui kebahagiaan
Bangun, bangunlah (dari keterpurukan). Saatnya telah tiba
Tak ijo royo-royo tak sengguh kemanten anyar
Panji Islam mulai berkembang, menarik hati semua orang
Cah angon, cah angon penekno blimbing kuwi
Wahai para pemuda, amalkan Islam dengan benar
Lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodo iro
Meski berat perjuangan, tetaplah terus berbuat (amal), untuk menyucikan jiwamu
Dodotiro, dodotiro kumitir bedahing pinggir
Saat pakaian (akhlakmu) terkoyak
Domdomona jlumatono kanggo sebo mengko sore
Perbaikilah, sempurnakanlah (Islammu), demi masa depan (akhirat)
Mumpung gede rembulane, mumpung jembar kalangane
Senyampang usiamu masih muda, selagi masih ada kesempatan
Yo sorak ooooo, sorak hiyooo
Hingga kita temui kebahagiaan
Pemaknaan syair Lir Ilir ini seakan ingin menguatkan
pesan film ini tentang hijrah yang harus dilandasi dengan nilai-nilai keislaman
yang kokoh. Dan Garin sepertinya ingin para penonton menangkap ruh film ini
dengan memberikan dialog Tjokro dan Agus Salim jelang akhir film.
“Dan Aku Agus Salim akan berhijrah
bersama Tjokroaminoto.”
Lalu diikuti kalimat hijrah
terakhir Tjokro di film ini:
“Satu-satunya cara berhijrah adalah
dengan setinggi-tinggi ilmu, sepintar-pintar siasat dan semurni-murni tauhid.”
Akhirnya, saya harus mengatakan
bahwa film ini layak ditonton. Karena ini bukan sekadar film sejarah yang
mengobati kerinduan akan hadirnya sosok-sosok pemimpin sekelas Tjokro di masa
kini, tapi lebih dari itu. Garin melalui filmnya ini akan membuat persepsi
sejarah kita “hijrah”: dari yang semula mengidentikkan Tjokro dengan sosialisme
menjadi Tjokro yang Islamis. Persis seperti yang dialami istri saya saat
menyaksikan film ini di bioskop tadi malam.
Penulis : Erwyn Kurniawan
DPC PKS CIRACAS - Rapat DPR - MPR mendadak pindah, rapat kali ini membahas tugas utama presiden dan yang lainnya. Hujan interupsi meramaikan jalannya rapat. Meski banyak interupsi rapat dewan terhomat tersebut berjalan dengan lancar.
Keunikan rapat kali ini sangat terlihat. Biasanya para peserta rapat memakai pakaian rapih,berjas dan berdasi. Dirapat kali ini mereka memakai baju biasa,ada juga yang pakai daster, mungkin biar disebut sebagai rapat pro rakyat. Dirapat inipun tidak ada bangku, mereka semua berdiri. Diruang rapat ini tidak ada meja dengan pengeras suara.
"tugas presiden sekarang nambah ya ?" ucap salah seorang anggota rapat. "nambah apa bu ?" tanya anggota lainnya. "tugas utamanya..naikin sama nurunin harga bbm" jawab singkat anggota rapat tersebut yang langsung disetujui oleh seluruh anggota rapat "iya,ya..bbm naik turun harganya, negara kita lagi kacau ya, si ahok juga tu,kayak orang gak punya agama aja..." ucap anggota rapat dengan emosi. "emang kenapa si ahok ? kitakan lagi bahas bbm" interupsi anggota yang lain menanyakan perihal ahok.
"lah, ibu gak tau kalo si ahok mau bikin lokalisasi pelacur,terus mereka mau dikasih sertifikat sama si ahok..gila gak itu ?" jawabnya dengan berapi - api. "seharusnya ahok belajar sama walikota surabaya atau bandung bagaimana menangani prostitusi ". Saat rapat penuh dengan hujan interupsi salah satu anggota rapat melakukan Walk Out ( keluar dari rapat). "maaf,ibu - ibu saya pamit duluan". " loh, mau kemana bu ?" tanya salah seorang anggota rapat. "saya mau masak dulu udah siang,kitakan anggota DPR - MPR, dari pasar masuk dapur,he,he,he....bu sayur berapa jadinya belanjaan saya semuanya ? jawab ibu tersebut menjelaskan sambil menyerahkan belanjaannya ke ibu tukang sayur.
Tanpa ketukkan palu rapat berakhir dengan walk out satu persatu anggota DPR - MPR tersebut, Anggota DariPasaR Masuk daPuR.
3 Mei 2015 I Firman Fajar
Keterangan : Foto ilustrasi kegiatan kader PKS
DPC PKS CIRACAS - Aku amati pria dan wanita yang berada didekat rumah. Mereka sibuk sekali setiap pekan pergi dengan kendaraan roda duanya. Hilir mudik seperti tukang sayur keliling. Entah apa yang mereka cari seharian hanya cuap-cuap berkata-kata seperti sales yang meyakinkan para pembelinya. Hal itu mengusik batinku, sedari kemaren mereka berdua saja yang sibuk tak henti sampaikan selebaran dirumah warga, memeriksakan kesehatan warga, dan kadang ikut tahlilan bersama.
Aku yang mulai risih menatap setiap aktivitas itu bertanya pada mereka. Kalian siapa sebenarnya? setiap pekan mondar-mandir bagaikan tukang obat bicara tanpa henti sambil berikan pelayanan kesehatan, dan menyelipkan selebaran kertas yang bernada ajakan itu. Isinya ajakan menjaga kesehatan dengan logo bulan sabit dan padi yang nongol di atas kertas itu.
Mataku menatap lamat-lamat pakaian mereka yang menutup aurat suami istri. Kompak sekali rasanya setiap pekan habiskan waktu demi hal yang mungkin sepele seperti ini, padahal istrinya dokter, dan suaminya pengusaha. Aku coba bertanya lagi, pak dimana teman-teman bapak yang lain? maksudnya kader partai itu. Hmm... dia cuma bilang, saya dan keluarga akan terus bergerak demi kebaikan. Tanpa menunggu arahan atau instruksi yang ada dari pimpinan. Disini kami diajarkan mandiri untuk menyediakan waktu luang dengan pengajian pekanan dan melakukan aksi nyata dari apa yang kami dapatkan dari pembahasan di pengajian itu.
Ia juga bilang soal teman kami sibuk, biarkan saja yang terpenting memulai dari sendiri adalah hal yang amat menyulitkan. Apalagi kebaikan, belum tentu teman kami tidak datang membantu mereka tidak melakukan hal yang sama atau bahkan mereka melakukan hal yang lebih mulia dari apa yang kami lakukan. Biarlah Allah yang menyaksikan, mendengar niat kami bukanlah untuk dijadikan sekedar tontonan, semoga justru menjadi cambuk agar dakwah bukan karena sekedar taklimat pesan dari pimpinan tetapi dakwah harus terus berjalan hingga kelelahan menyertai dan menghinggapi hingga pertemuan indah dengan Tuhan, Allah Swt. Kami bangga dipertemukan dijalan dakwah bukan untuk dikenal karena jabatan tetapi karena berada dijamaah ini kami belajar keindahan ialah saat berbagi pada orang-orang yang kekurangan.
Jakarta, 8 Mei 2015 I @kanggilang03
DPC PKS CIRACAS - Tangan ini saling berhimpun, saling menggenggam dalam ikatan. Dimana semangat yang kuat melalui gerak tubuh akan diekspresikan. Setiap Kaki telanjang dan bola sepak memang adalah bola benda ajaib yang menyatukan, kaki adalah anggota tubuh yang saling berbicara berkomunikasi dalam bermain, kataku. Dimana lagi mesti dicari orang - orang yang katanya kurang kerjaan, satu bola diperebutkan, segerombolan orang.
Permainan yang membutuhkan totalitas dalam meraih kemenangan.Tetapi cobalah lihat baik-baik mereka sedang belajar arti kebersamaan. Dimanapun berada manusia tak bisa sendirian. Sendirian hanya akan memunculkan prasangka buruk kepada Tuhan. Walaupun sepak bola hanya permainan, akan tetapi ia mengajarkan suatu hal bernama kerja sama, agar kita mulai rapatkan barisan. Saling bahu membahu menutupi kekosongan. Pertandingan ada untuk memperlihatkan kebersamaan atau keegoisan yang menguasainya di lapangan.
Kader sejati parta yang militan, bukan namanya tertera tapi tak ada saat masyarakat membutuhkan. Kader sejati hadir bukan karena jenjang dibahu yang disematkan. Ia tampak sederhana, tetapi kontribusi luar biasa. Adanya kegiatan untuk membuat kader peka arti kebersamaan untuk meraih kemenangan. Peka juga arti kemenangan bukan terletak pada sebuah obsesi jabatan, tetapi sebuah nilai partai ini organisasi yang penuh kebermanfaatan. Sekarang carilah jawaban untuk segera aktif dalam segala kegiatan. Bukan sekedar dikatakan kader, lalu hadir acara akbar kepartaian, kita ada untuk sebuah misi kemanusiaan. Bekerja agar indonesia meraih kesejahteraan, bukankah itu yang kita cita-citakan? karena itulah jawaban untuk menuju kebahagiaan yang tak mungkin dilakukan sendirian. Teruslah tingkatkan pelayanan kepada siapapun masyarakat yang membutukan tanpa melihat suku, ras, dan agama , semoga milad #PKSWEET17 meraih keberkahan dan mencapai tujuan yang dicita-citakan.(Gilang)
Sumber : Media DPC PKS CIRACAS
Sumber : Media DPC PKS CIRACAS
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
DPC PKS CIRACAS - Kepala Polisi Sektor Ciracas Jakarta Timur Kompol Djitu Martono mengklarifikasi tindak kejahatan perampokan ya...
-
DPC PKS CIRACAS - KAJIAN KITAB DURAR AL-SULUK FI SIYASAT AL-MULUK (Petuah-petuah Taujih Siyasi Untuk Para Raja dan Pemimpin...
-
DPC PKS CIRACAS - Konsep Active Citizen (warga yang senantiasa aktif dalam masyarakat) bisa dijadikan salah satu alternatif da...
-
DPC PKS CIRACAS - KAJIAN KITAB DURAR AL-SULUK FI SIYASAT AL-MULUK (Petuah-petuah Taujih Siyasi Untuk Para Raja dan Pemimp...
-
DPC PKS CIRACAS - JAKARTA (23/3) Mantan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Kuan Yew meninggal dunia dini hari tadi (Senin,...
-
DPC PKS CIRACAS - JAKARTA - Masyarakat Indonesia kini harus lebih berhati-hati saat membeli beras. Pasalnya, kini ada beras plasti...
-
DPC PKS CIRACAS - Dalam suatu ketika kita akan menemukan anak-anak bercerita, dengarkan saja misalnya seperti ini. “nah ...
-
keterangan gambar : Indoberita.com DPC PKS CIRACAS - Liputan6.com, Jakarta - Siapa sangka di antara butiran nasi yang biasa dik...
-
DPC PKS CIRACAS - Sebagian Muslimin ada yang memahami agama Islam adalah agama yang membenci tawa, canda dan hiburan, ajaran Isl...
-
DPC PKS CIRACAS (20/2) - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Yudi Widiana Adia meminta Menteri Perhubungan, Ignatius Jonan untuk memang...




.jpg)


Recent Comment